You cannot copy content of this page

172 Pasangan Ikuti Sidang Isbat Nikah di Mesuji

Category : Informasi

Sebanyak 172 pasangan melakukan sidang isbat nikah di Aula Pemkab Mesuji, Brabasan, Selasa (14/11/2017). Mereka berasal dari keluarga tidak mampu dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Mesuji yang sudah melakukan akad nikah tetapi belum mendapatkan buku nikah.

Kabag Kesra Pemkab Mesuji, Slamet Sulaiman saat acara mengatakan bahwa pelaksanaan sidang isbat nikah ini merupakan kerjasama Pemkab Mesuji dengan Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung dan Pengadilan Agama Tulang Bawang dalam rangka tertib kelengkapan administrasi perkawinan bagi pasangan yang sudah menikah, namun belum tercatat oleh pihak yang berwenang.

“Sidang isbat nikah hari ini merupakan pelaksanaan tahap II dan akan digelar selama dua hari. Tahun ini sidang isbat nikah diselenggarakan dalam dua tahap, tahap pertama yang telah berjalan diikuti sebanyak 143 pasangan, sedangkan pada tahap kedua ini akan diikuti oleh sebanyak 172 pasangan, sehingga total ada 315 pasangan untuk tahun ini,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Mesuji Khamami saat memberikan sambutan mengatakan pelayanan sidang isbat nikah terpadu menurutnya, sangat besar manfaatnya terutama bagi kalangan masyarakat tidak mampu, hal ini memudahkan bagi anak-anak mereka terutama dalam proses administrasi pendidikan, mendekatkan layanan pada masyarakat yang membutuhkan, dan menyederhanakan proses demi terciptanya pelayanan maksimal bagi masyarakat sehingga menghasilkan penataan administrasi yang teratur kedepan.

“Saat ini masih banyak pernikahan yang belum tercatat di Kantor urusan Agama (KUA) sehingga pasangan tersebut tidak memiliki buku nikah. Padahal, dengan tidak dimilikinya buku nikah akan berakibat pada permasalahan dalam mengurus berbagai dokumen keluarga yang dibutuhkan, seperti Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, dan lain sebagainya,” terangnya.

Lanjutnya, pasangan suami isteri yang ingin perkawinannya dicatat di KUA dan mendapat salinan buku nikah memerlukan penetapan (isbat) nikah dari Pengadilan Agama, sedangkan mayoritas permohonan sidang isbat nikah yang diajukan masyarakat ke Pengadilan Agama melalui pelayanan terpadu adalah dari kalangan yang tidak mampu secara finansial.

“Oleh karena itu, sebagai wujud kepedulian nyata Pemerintah Kabupaten Mesuji kepada masyarakat yang belum memiliki dokumen pernikahan, maka seluruh biaya sidang isbat nikah terpadu dan penyelenggaraannya telah ditanggung Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui APBD Tahun Anggaran 2017,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, selain Bupati Khamami, juga dihadiri Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung H. Endang Ali Ma’sum, Ketua Pengadilan Agama Tulang Bawang Rahmat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji Helmi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mesuji Musholi Rais, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji Rizal Fauzi.


Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2017 Digelar Besok

Category : Informasi

Turnamen sepak bola Bupati Cup 2017 akan mulai digelar Senin (13/11/2017). Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mesuji, Mudiono mengatakan pembukaan akan dilakukan esok hari di Lapangan Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang.

Turnamen sepak bola Bupati Cup merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Mesuji dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Mesuji. Tahun ini turnamen dilaksanakan pada 13-20 November 2017.

Lanjutnya, turnamen akan diikuti oleh tujuh tim yang mewakili setiap kecamatan di Kabupaten Mesuji. Selain memeriahkan HUT Ke-9 Kabupaten Mesuji, turnamen ini sekaligus menjadi ajang seleksi untuk menghadapi Piala Suratin 2018 karena masing-masing tim akan diperkuat pemain u-17.

“Pembukaan akan dilakukan besok sore di Lapangan Gedung Boga dan rencananya akan dibuka langsung oleh Bapak Bupati Khamami. Untuk pertandingan pertama akan mempertemukan tim Tanjung Raya melawan Mesuji Timur,” terang Mudiono, Minggu (12/11/2017).


Bandara Perintis Diusulkan Dibangun di Mesuji

Category : Informasi

Pemerintah Kabupaten Mesuji dan Pemerintah Provinsi Lampung berencana mengusulkan pembangunan bandara perintis di Kabupaten Mesuji. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Mesuji Widada, Kamis (02/11/2017) menjelaskan bahwa menurut informasi yang diperolehnya dari Dinas Perhubungan Provinsi Lampung mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara menyatakan ketertarikannya membangun bandara perintis di Mesuji, saat melakukan kunjungan kerja di Lanud Pangeran M. Bun Yamin, Tulang Bawang beberapa waktu lalu.

“Kami siap jika Kemenhub akan membangun bandara perintis di Kabupaten Mesuji. Lahan yang diperlukan kurang lebih 120 hektare. Sejauh ini, Desa Brabasan dan Berasan Makmur siap menghibahkan lahannya untuk pembangunan bandara perintis. Jumat ini, saya bersama Kadishub Provinsi Lampung berencana akan menghadap ke Dirjen Perhubungan Udara untuk membahas hal ini,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Mesuji Khamami saat menggelar rapat terbatas pembahasan bandara perintis di rumah dinasnya, Rabu kemarin (01/22/2017) menyambut baik kabar tersebut, Pemerintah Kabupaten Mesuji sangat mendukung dengan rencana dibangunnya bandara perintis.

“Kabar ini sangat luar biasa karena tidak semua daerah mendapat kesempatan untuk dibangun bandara. Wilayah Mesuji ini sangat strategis karena berada di antara Bandarlampung dan Palembang, serta mampu menjangkau masyarakat beberapa kabupaten di Lampung dan Sumatera Selatan. Terlebih, di Mesuji terdapat akan dibangun dua pintu tol trans Sumatera yang akan mendukung akses transportasi menuju bandara nantinya, serta akan dibangun pelabuhan dan kawasan industri di Rawa Jitu Utara. Menurut saya, pembangunan bandara di Mesuji merupakan langkah yang tepat,” ujarnya.


Bupati Mesuji Ingatkan Bantuan Jangan Ada Potongan

Category : Informasi

Bupati Mesuji Khamami mengingatkan untuk setiap bantuan bagi masyarakat jangan ada pemotongan apapun. Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan di hadapan para penerima bantuan dari Kementerian Sosial berupa bantuan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH), Sarana Lingkungan (Sarling) dan Kearifan Lokal se-Kecamatan Tanjung Raya dan Way Serdang di rumah dinasnya, Kamis (02/11/2017).

Bupati juga meminta kepada dinas terkait, kepolisian, TNI, kepala desa, wartawan, dan masyarakat untuk ikut mengawasi. Jika nantinya terbukti ada pemotongan bantuan, dia tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas.

“Saya berharap agar bantuan yang diberikan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk kelompok, bukan hanya untuk ketua maupun pengurus saja. Jika ada pemotongan bantuan laporkan kepada saya, akan kita tindak tegas. Beberapa waktu lalu ada oknum kepla desa yang melakukan potongan bantuan, langsung kita tindak. Saya ingatkan kembali agar menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak terulang kembali kedepannya,” ucapnya.

Adapun jumlah penerima bantuan se-Kecamatan Tanjung Raya dan Way Serdang, diantaranya KUBE sebanyak 25 kelompok, RS-RTLH sebanyak 3 kelompok, Sarling sebanyak 1 kelompok, dan Kearifan Lokal sebanyak 4 kelompok.


Buka FGD Mesuji Dalam Angka 2017, Sekda Minta OPD Sediakan Data Tepat dan Akurat

Category : Informasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mesuji Rizal Fauzi, Rabu (01/11/2017) membuka Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Mesuji Dalam Angka Tahun 2017 yang bertempat di Aula Pemkab Mesuji, Brabasan.

Dalam sambutannya, Sekda mengapresiasi kegiatan FGD Mesuji Dalam Angka 2017 yang baru pertama kali digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mesuji dengan mengambil tema: “Satu Data untuk Mencapai Pembangunan yang Lebih Baik”. Hal ini menurutnya sebuah langkah maju, dalam upaya pengumpulan data statistik di Kabupaten Mesuji yang lebih baik.

“Data sangat berpengaruh dalam menentukan arah kebijakan pembangunan serta evaluasi terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki. Data yang berkualitas akan menjadikan Pemerintah semakin cerdas dalam membuat perencanaan pembangunan di berbagai sektor. Untuk itu, saya berharap dalam kegiatan ini nantinya akan memberikan hasil berupa data yang berkualitas agar tujuan FGD tercapai sesuai harapan,” ucapnya.

Menyikapi hal tersebut, Sekda minta kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar dapat bekerjasama dengan BPS sehingga dalam penyusunan Mesuji Dalam Angka dapat menyajikan data yang berkualitas. Untuk itu, diperlukan kesadaran setiap OPD dalam hal penyediaan data secara tepat dan akurat. FGD ini menurutnya sangat penting terutama dalam membangun sinergitas, tidak sebatas koordinasi mengenai data, melainkan sharing yang berkaitan dengan pemahaman akan manfaat data dalam segala aspek pembangunan.

“Pentingnya data statistik dalam penggunaannya di berbagai aspek membuat keakuratan data tersebut menjadi sangat urgen. Data statistik juga menjadi salah satu acuan dalam setiap proses perumusan kebijakan. Dengan keabsahan data yang ada, maka tingkat pencapaian dari keberhasilan suatu kebijakan akan semakin tinggi,” pungkasnya.


Tim Akreditasi Kemenkes akan Survei Puskesmas Panggung Jaya

Category : Informasi

Tim akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tiba di Kabupaten Mesuji dan disambut Bupati Mesuji Khamami di rumah dinasnya, Rabu (01/11/2017). Kehadiran tim akreditasi dari Kemenkes dalam rangka melakukan survei akreditasi di Puskesmas Panggung Jaya, Kecamatan Rawa Jitu Utara. Adapun tim terdiri atas tiga orang, antara lain Nunuk Windariyanti,SKM, Dr.Lukman HL, dr. Rullyanto Wirahardja, MPH, DFM, SH, MH.Kes.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji Ardi Umum mengatakan bahwa pelaksanaan survei akreditasi ini didasarkan atas Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat dan Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi.

Bupati Khamami sendiri menyambut baik kehadiran tim surveyor dari Kemenkes. Dia berharap dengan kehadiran tim dari Kemenkes mampu memberikan saran dan masukan tentang pembangunan kesehatan di Kabupaten Mesuji.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya di Kabupaten Mesuji yang jauh-jauh datang ke sini, meskipun hanya satu puskesmas saja yang disurvei. Saran dan masukan dari tim Kemenkes sangat kami nantikan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Mesuji,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Rullyanto Wirahardja mewakili tim menagtakan tujuan dari survei akreditasi ini diantaranya untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, meningkatkan perlindungan bagi sumber daya manusia  kesehatan, masyarakat dan lingkungannya, serta Puskesmas sebagai institusi, dan meningkatkan kinerja Puskesmas dalam pelayanan kesehatan.

“Survei akreditasi dilakukan dengan memeriksa dokumen-dokumen yang disusun oleh Puskesmas, yang merupakan regulasi internal dalam penyelenggaraan manajemen, program dan pelayanan klinis di puskesmas. Selanjutnya akan melakukan telusur terhadap pelaksanaan manajemen, penyelenggaraan program, dan penyelenggaraan pelayanan klinis apakah sesuai dengan regulasi internal yang telah dibakukan, dan persyaratan yang ada pada elemen penilaian pada tiap-tiap standar akreditasi puskesmas/sarana pelayanan kesehatan dasar,” terangnya.


Irjen Kementan dan Bupati Mesuji Tanam Padi Perdana di Lahan Cetak Sawah Baru

Category : Informasi

 

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Justan Riduan Siahaan dan Bupati Mesuji Khamami melakukan penanaman perdana tanaman padi pada musim tanam rendeng Oktober-Maret 2017/2018 di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Mesuji, Jumat (27/10/2017). Dalam kesempatan itu, juga hadir melakukan penanaman perdana diantaranya Kepala BPP Provinsi Lampung Bhakti Poerwadikarta, Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji Rizal Fauzi, Perwira Penghubung Kodim 0426/Tulang Bawang Kapten Inf Agus Sutono, Danramil 426-01/Mesuji Mayor Arm I Ketut Subangga, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Sri Purwanti, dan Camat Mesuji Ibta Arisa.

Tanam perdana padi tersebut merupakan perdana di lokasi lahan cetak sawah baru tahun 2017 yang dikerjakan oleh TNI, Pemkab Mesuji, dan petani. Pada tahun ini, cetak sawah dilakukan pada lahan seluas 1.685 hektare di Kabupaten Mesuji. Pemerintah Kabupaten Mesuji menargetkan pada musim tanam rendeng tahun ini mampu memproduksi sebanyak 187.470 ton gabah kering panen atau rata-rata sebanyak 4,9 – 5 ton per hektare pada lahan seluas 37.494 hektare.

Pada kesempatan itu, Justan Riduan Siahaan juga mengapresiasi usaha yang dilakukan Pemkab Mesuji dalam peningkatan kesejahteraan petani dalam berbagai program, inovasi, dan bantuan. Dicontohkannya, modifikasi pompa blower ukuran delapan inch menggunakan mesin traktor sebagai tenaga penggerak dinilai sangat inovatif karena mampu mengairi sawah luas satu hektare dalam waktu satu jam.

“Dengan dukungan dari Pemkab Mesuji, bersama dengan TNI dan petani diharapkan target produksi dapat tercapai dalam rangka mendukung upaya mewujudkan Indonesia lumbung pangan dunia khususnya beras pada tahun 2045,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Bupati Khamami menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mesuji berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dikatakannya kedepan seluruh pegawai negeri sipil, anggota DPRD, kepala desa, perangkat desa, tenaga honor, dan guru honor diwajibkan untuk membeli beras hasil petani Mesuji melalui tunjangan yang diberikan.

“Kami juga akan mendorong pemasaran beras hasil petani Mesuji, setiap minimarket yang ada di Kabupaten Mesuji diwajibkan untuk menjual beras petani Mesuji. Ini kami lakukan demi meningkatkan kesejahteraan petani,” terangnya.


PLN Sosialisasikan Penggantian KWh Meter Prabayar

Category : Informasi

PT PLN (Persero) melalui Manajer Area Kotabumi, Uray Aminin menggelar sosialisasi penggantian KWh meter dari pascabayar ke prabayar di Kabupaten Mesuji, Kamis (26/10/2017). Sosialisasi dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Mesuji, Brabasan dan dihadiri Bupati Mesuji Khamami, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mesuji Hamdani, serta para camat dan kepala desa se-Kabupaten Mesuji.

Dalam sosialisasi itu, Uray mengatakan bahwa penggantian KWh meter menjadi prabayar ini didasarkan karena kondisi tegangan listrik di Kabupaten Mesuji yang sudah membaik. Sedangkan dalam penggantiannya tidak dikenakan biaya alias gratis.

“Penggantian KWh meter sudah kita mulai sejak minggu lalu di Desa Fajar Indah, Kecamatan Panca Jaya. Diharapkan penggantian akan selesai dalam enam bulan kedepan terhadap 10.870 pelanggan di Kabupaten Mesuji,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Mesuji Khamami mendukung dengan penggantian KWh meter ini. Menurutnya selama menggunakan KWh meter pascabayar banyak masyarakat yang mengeluh atas tagihan listrik yang tidak sesuai dengan penggunaan sehingga menimbulkan keresahan.

“Dengan penggunaan KWh meter prabayar ini memiliki keunggulan yakni masyarakat dapat menentukan sendiri berapa KWh listrik yang ingin mereka gunakan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujarnya.


LKPP Dukung Pembangunan Swakelola ala Bupati Khamami

Category : Informasi

Pembangunan secara swakelola yang dilakukan Bupati Mesuji, Khamami menuai pujian dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Hal itu terungkap saat Bupati Khamami menyambangi kantor LKPP di Jakarta, Rabu (11/10/2017) dalam rangka konsultasi pembangunan jalan rigid beton secara swakelola yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Mesuji pada tahun anggaran 2018.

Pada kesempatan itu, Bupati Khamami langsung diterima oleh Direktur Advokasi dan Penyelesaian Sanggah Wilayah I LKPP, Yulianto Prihandoyo. Menurut Yulianto pembangunan secara swakelola tersebut merupakan langkah inovatif dalam rangka efisiensi dan efektivitas anggaran, terlebih Kabupaten Mesuji merupakan kabupaten baru yang sedang membangun.

“Pembangunan swakelola secara hukum telah diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada Pasal 3 dan 26. Langkah ini saya dukung guna efektivitas dan efiensi anggaran yang ada sehingga pembangunan dapat berjalan secara maksimal. Namun, dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan petunjuk teknis yang berlaku,” ujar Yulianto.

Dia mencontohkan selama ini pembangunan secara swakelola pernah dilakukan oleh Bapak Joko Widodo selama masih menjabat Gubernur DKI dalam pembangunan Waduk Pluit dan menuai banyak pujian karena berjalan sukses.

Sementara itu, Bupati Mesuji mengatakan selama ini Pemerintah Kabupaten Mesuji banyak melakukan pembangunan secara swakelola guna mensiasati keterbatasan keuangan yang ada dengan permasalahan yang cukup banyak, khususnya pembangunan infrastruktur jalan.

Dikatakannya, saat ini Pemkab Mesuji memiliki alat berat yang memadai dan lengkap, mulai dari excavator, roller vibro, motor grader, backhoe loader, mixer truck, dump truck, mobile crane, dan lain sebagainya. Hal ini menurutnya selain untuk menghemat anggaran, juga penanganan dapat lebih cepat dilakukan.


Sekjen Kemendes: KTM Mesuji Terbaik di Indonesia

Category : Informasi

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi, Anwar Sanusi melakukan kunjungan kerja di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji di Kecamatan Mesuji Timur, Sabtu (07/10/2017).

Turut hadir dalam rombongan diantaranya Presiden Komisaris PT Mitra BUMDes Imam Subowo, Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Muhammad Nurdin, Direktur Jaringan PT Bank BNI Adi Sulistiowati, perwakilan dari Kantor Staf Kepresidenan Riza Damanik, Direktur Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian Sri Kuntarsih, serta didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Agnesta Romano Yoyol, dan Bupati Mesuji Khamami.

Saat bertatap muka dengan masyarakat, sekaligus menyalurkan berbagai bantuan di lokasi Rice Milling Plant (RMP) di Desa Wonosari, Sekjen Kemendes menyebut KTM Mesuji sebagai KTM yang terbaik se-Indonesia. Menurutnya keberadaan Kabupaten Mesuji ini sangat ditopang dari para transmigran.

“Program transmigrasi erat kaitannya dengan Provinsi Lampung karena pertama kali transmigrasi dilakukan di Lampung pada tahun 1905 pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Tujuan utama dari transmigrasi yaitu mengentaskan kemiskinan di daerah asal dan menciptakan kekayaan di daerah baru. Saat ini transmigrasi telah membentuk dua provinsi dan 105 kabupaten, salah satunya Mesuji,” ujarnya.

Lanjutnya, sejak dibangun tahun 2007 (waktu itu masih wilayah Kabupaten Tulang Bawang), Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah menggelontorkan dana sebesar Rp 92,4 milyar untuk KTM Mesuji yang diwujudkan dalam berbagai program, salah satunya pembangunan RMP.

“Pada kunjungan kali ini, kami mengikutsertakan secara lengkap beberapa pejabat tinggi terkait karena KTM Mesuji ini kami nilai sebagai yang terbaik se-Indonesia. Kami memiliki komitmen untuk membangun Mesuji, karena Mesuji memiliki potensi yang sangat baik untuk maju kedepan. Kita bangun Mesuji jadi nomer siji,” ucapnya.

Dalam rangkaian kunjungannya tersebut, Sekjen Kemendes bersama rombongan melakukan panen raya jagung di Desa Tanjung Mas Rejo, mengunjungi lokasi pembangunan perluasan pasar KTM di Desa Tanjung Mas Makmur, menyaksikan pertandingan bola voli raga desa, pameran produk unggulan, pasar murah, serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan gudang Bulog di Desa Wonosari.

Adapun bantuan yang diberikan pada kesempatan itu, diantaranya kendaraan roda empat jenis L300, hand tracktor, motor roda tiga, bantuan modal untuk BUMDes bagi lima desa masing-masing sebesar Rp 50 juta, bantuan beasiswa, dan bantuan untuk pondok pesantren.