BKN Matangkan Koordinasi Guna Mudahkan Masyarakat Melakukan Pendaftaran Seleksi CPNS

Category : Informasi

Kepala Badan Kepegawaian Negara, Bima Haria Wibisana menghadiri Rapat lanjutan terkait pengadaan CPNS Tahun Anggaran 2018 di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Kamis (30/08/2018). Selain Kepala BKN, turut hadir Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama BKN dan perwakilan dari sejumlah Kementerian dan Lembaga.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BKN, Bima Haria Wibisana menyampaikan bahwa BKN akan mematangkan koordinasi dengan instansi terkait guna memudahkan masyarakat melakukan pendaftaran seleksi CPNS di antaranya dengan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk meminimalisasi kesulitan peserta dalam penginputan Nomer Induk Kependudukan. Selain itu, Bima menyampaikan beberapa skenario dan implikasi terhadap rancangan jadwal penerimaan CPNS. Turut memberikan paparan Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja tentang Kebijakan Pengadaan CPNS 2018 dan Deputi PIP Bidang Polhukam PMK BPKP Ernadhi Sudarmanto tentang Mitigasi Risiko Pengadaan CPNS.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan yang ditemui seusai acara menjelaskan lebih lanjut bahwa sesuai dengan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, tahapan yang harus ada dalam rekrutmen CPNS adalah (1) perencanaan, (2) pengumuman lowongan selama minimal 15 hari kalender, (3) pelamaran (melalui sscn.bkn.go.id), (4) seleksi (administrasi, kompetensi dasar, kompetensi bidang), dan (5) pengumuman hasil seleksi.

Sementara itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin saat membuka secara resmi rapat tersebut sekaligus menyampaikan imbauan kepada seluruh Instansi Pusat maupun Daerah untuk mengelola dengan baik pelaksanaan seleksi CPNS Tahun Anggaran 2018. Syafruddin juga menambahkan jika pelaksanaan seleksi harus memudahkan masyarakat salah satunya dengan mempermudah jangkauan lokasi tes. “Dari pengumuman hingga tahap akhir harus dikelola dan ditata dengan baik karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat Indonesia,” tuturnya.

(Humas BKN)


Awal Musim Hujan Akan Datang, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Category : Informasi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa awal musim hujan 2018/2018 akan terjadi pada Oktober-November-Desember 2018.

“Pada Setiap wilayah berbeda-berbeda memasuki musim hujan. Sementara itu, Puncak musim hujan 2018/2019 terjadi pada Januari-Februari 2019,” jelas Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, melalui rilis yang diterima, Selasa (4/9).

Lebih lanjut, Kepala BMKG menjelaskan sebanyak 78 ZOM (Zona Musim) (22.8%) di wilayah Sumatra, sebagian besar Jawa, NTT, sebagian Sulawesi, awal musim hujan terjadi pada Oktober 2018.

Sementara itu, yang awal mulai November 2018 sebanyak 147 ZOM (43.0%) meliputi Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan 85 ZOM (24.9%) di bulan Desember 2018.

“Awal Musim Hujan 2018/2019 di Indonesia umumnya mundur sebanyak 237 ZOM (69.3%), sama dengan rata-ratanya 78 ZOM (22.8%) dan maju sebanyak 27 ZOM (7.9%). Prakiraan Sifat Hujan selama periode Musim Hujan 2018/2019 diprakirakan Normal atau sama dengan rata-rata nya sebanyak 246 ZOM (71.9%), kemudian 69 ZOM (20.2%) akan Bawah Normal (lebih rendah dari rata-ratanya) dan 27 ZOM (7.9%) akan mengalami Sifat Hujan Atas Normal (lebih tinggi dari rata-ratanya),” tuturnya.

Dijelaskan Dwikorita, dalam sepekan ini, berdasarkan pengamatan BMKG, terdapat aktivitas MJO (Madden Jullian Oscillation) atau massa udara basah dan fenomena gelombang atmosfer lainnya (Rossby dan Kelvin Wave) yang cukup signifikan terjadi di wilayah Indonesia.

Akibatnya, lanjut Dwikorita memberikan signifikansi pada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia.

Dalam rilis, Dwikorita menerangkan kondisi tersebut pun diperkuat dengan adanya pelemahan pusat tekanan tinggi di wilayah Australia yang mengakibatkan dorongan massa udara kering dan dingin dari Australia semakin melemah sehingga massa udara di wilayah Indonesia khususnya bagian selatan ekuator relatif menjadi lebih lembab.

“Kondisi ini menyebabkan terjadinya potensi pertumbuhan awan hujan semakin meningkat. Dalam sepekan terakhir tercatat kejadian hujan lebat di wilayah Riau, Bengkulu, Kepri, Jabodetabek, Kalteng, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Maluku, dan Papua,” lanjutnya.

Dwikorita pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode 3 hari kedepan, antara Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sementara itu, bagi masyarakat pesisir dan para nelayan harap waspada potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter hingga 7 hari ke depan yang diperkirakan akan terjadi di Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Perairan Selatan Banten, Samudra Hindia Barat Bengkulu Hingga Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten.

Ia juga menuturkan berdasarkan pengamatan BMKG, masih terjadi gelombang tinggi (1.25-2.5 m) kategori waspada dan bahkan berpeluang mencapai 2.5-4.0 m kategori Berbahaya pada bulan September-Desember.

Pada bulan September, sambung Kepala BMKG, terjadi gelombang 1.25-2.5 m atau kategori waspada di Laut Jawa bagian tengah, Laut Arafuru, Perairan Kep.Sermata-Kep.Tanimbar; sementara di Samudra Hindia barat Sumatra, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT gelombang mencapai 2.5-4.0 m.

“Untuk Bulan Oktober, masyarakat pesisir dan nelayan di sekitar Laut Natuna utara, Pesisir Bengkulu, Laut Jawa bagian tengah, Laut Arafuru, Perairan Kep.Sermata-Kep.Tanimbar harap mewaspadai gelombang setinggi 1.25-2.5 m, sedangkan potensi gelombang setinggi 2.5-4.0 m berpeluag terjadi di Samudra Hindia barat Sumatra, Perairan selatan Jawa-Sumba, Samudra Hindia selatan Jawa-NTT,” imbau Dwikorita.

Pada bulan November, berpeluang gelombang 1.25-2.5 m di Samudra Hindia barat Sumatra, Perairan selatan Jawa-Sumba, Perairan Kep. Sermata-Kep.Tanimbar; dan bahkan, berpeluang terjadi gelombang tinggi 2.5-4.0 m di Samudra Hindia selatan Jawa-Bali. Sedangkan, Bulan Desember terjadi gelombang tinggi setinggi 1.25-2.5 m di Perairan barat Sumatra, Perairan selatan Jawa-NTT, Laut Arafuru, Perairan utara Papua; Untuk wilayah Laut Natuna Utara terjadi gelombang setinggi 2.5-4.0 m (berbahaya).

Dwikorita pun kembali mengimbau untuk menghadapi kondisi puncak musim hujan, masyarakat perlu mewaspadai wilayah yang rentan terhadap bencana yang ditimbulkan oleh curah hujan yang tinggi seperti banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang dan juga puting beliung.

Perkembangan Musim Kemarau 2018

Pada pertengahan Februari 2018, BMKG telah merilis bahwa awal Musim Kemarau di Indonesia akan terjadi mulai bulan April dan Mei 2018.

“Berdasarkan hasil monitoring perkembangan musim kemarau hingga akhir Agustus 2018 ini menunjukkan hampir seluruh wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau yaitu sebanyak 99.12 %. Sedangkan sisanya 0.88% belum memasuki musim kemarau meliputi Payakumbuh (Sumatra Barat), Pulau Buru bagian utara (Maluku), Pulau Seram bagian selatan (Maluku),” tuturnya.

Sementara itu untuk kondisi El-Nino, Dwikorita menjelasakan akan melemah dan diprediksi berpeluang aktif pada September 2018 hingga tahun 2019. El Nino lemah ditandai oleh lebih panasnya suhu muka laut di wilayah Pasifik bagian tengah atau dikenal dengan indek ENSO positif.

Kondisi ini, sambung Kepala BMKG, akan berdampak langsung pada peralihan sirkulasi angin Timuran menjadi Angin Baratan akan sedikit terlambat, kondisi inilah yang secara tidak langsung menyebabkan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia menjadi terlambat dari biasanya atau klimatologisnya.

Namun, dijelaskan di awal tahun 2019 diprakirakan aktifnya monsun Baratan akan lebih mendominasi terjadinya variasi musim di Indonesia dibandingkan dengan pengaruh el nino, karena el nino diprediksi akan kembali netral di awal tahun 2019. (Biro Hukum dan Organisasi BMKG/EN)


Pemkab Mesuji Jalin Kerjasama dengan Badan Informasi Geospasial

Category : Informasi

Dalam rangka mendukung kebijakan one map policy, serta meningkatkan penyelenggaraan pelaksanaan otonomi daerah dan pembangunan, khususnya pemetaan administrasi dan tata ruang, Pemerintah Kabupaten Mesuji menjalin kerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Kerjasama ditandai dengan ditandatanganinya nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Wakil Bupati Mesuji Saply dan Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial Titiek Suparwati di Kantor Badan Informasi Geospasial, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (04/09/2018) dan turut disaksikan oleh Kepala BIG Prof Hasanuddin Zainal Abidin, Sekretaris Daerah Rizal Fauzi, Kepala Bappeda Sukarman, Kabag Tata Pemerintahan Gunarso, dan Kabag Hukum dan Organisasi Olvin.

Selain dengan Pemkab Mesuji, pada kesempatan yang sama BIG juga melaksanakan penandatanganan MoU kerjasama dengan 25 instansi, terdiri atas pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, perguruan tinggi, dan lain-lain.

Wakil Bupati Saply mengatakan, kerja sama ini diwujudkan dalam rangka penyelenggaraan, pengembangan, dan pemanfaatan data serta Informasi Geospasial (IG) untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Mesuji.

“Pemanfaatan sistem IG ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan Kabupaten Mesuj, khususnya terkait dengan perencanaan pembangunan,” ucap Saply.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Mesuji Gunarso yang ikut mendampingi mengatakan, kerjasama ini meliputi pembangunan basis data dan meta data geospasial, penyelenggaraan, dan pemanfaatan jaring kontrol geodesi, informasi geospasial dasar dan tematik, pelaksanaan proses orthorektifikasi citra satelit resolusi tinggi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang informasi geospasial, penelitian dan pengembangan dalam bidang informasi geospasial dan teknologi aplikasinya, dan pembangunan dan pengembangan Jaringan Informasi Geospasial Nasional.

“Melalui kerjasama ini juga akan dibentuk Dashboard Kinerja dan Evaluasi dalam rangka pemanfaatan data dan informasi geospasial untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan. Kerjasama ini berlaku untuk jangka waktu lima tahun dan dapat diperpanjang,” terang Gunarso.

Kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin berharap kegiatan ini tidak berhenti pada perjanjian kerjasama saja, namun ada tindak lanjutnya. Menurutnya, paradigma pembangunan saat ini harus tematik, holistik, integratif, dan spasial (THIS), sehingga kebutuhan akan IG sudah tidak bisa ditawar lagi.

Dengan semakin tingginya animo kementerian, lembaga, pemda, dan swasta untuk melaksanakan kerja sama dengan BIG ini menunjukkan bahwa IG semakin dibutuhkan di masyarakat. Hal itu menunjukkan pemahaman para pemangku kepentingan di Indonesia terkait menfaat IG sudah semakin meningkat.

“Saya berharap ke depannya berbagai kerja sama antara BIG dengan para pihak akan berlanjut dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi kedua-belah pihak dan mempercepat penyelenggaraan IG di daerah serta dapat mendukung percepatan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.


Jumlah Hewan Kurban di Mesuji Capai 2.004 Ekor

Category : Informasi

Jumlah hewan yang dikurbankan pada hari raya Iduladha 1439 Hijriah di Kabupaten Mesuji mencapai 2.004 ekor. Dikatakan Plh Kabag Kesra Pemkab Mesuji Rosidin, jumlah tersebut merupakan total keseluruhan jumlah hewan kurban di 105 desa pada tujuh kecamatan hingga hari Jumat (24/08/2018).

Dari data yang diperoleh dari kecamatan, dari total 2.004 hewan kurban tersebut terdiri atas 293 ekor sapi dan 1.711 ekor kambing. Menurutnya, jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibanding tahun lalu yakni sebanyak 1.276 hewan kurban yang terdiri atas 175 ekor sapi dan 1.101 ekor kambing.

Adapun rincian jumlah hewan kurban per kecamatan, yaitu Kecamatan Mesuji sebanyak 24 ekor sapi dan 156 ekor kambing, Kecamatan Mesuji Timur sebanyak 46 ekor sapi dan 208 ekor kambing, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 68 ekor sapi dan 361 ekor kambing, Kecamatan Simpang Pematang sebanyak 49 ekor sapi dan 289 ekor kambing, Kecamatan Panca Jaya sebanyak 23 ekor sapi dan 179 ekor kambing, Kecamatan Way Serdang sebanyak 57 ekor sapi dan 413 ekor kambing, serta Kecamatan Rawa Jitu Utara sebanyak 26 sapi dan 105 ekor kambing.

“Secara keseluruhan jumlah hewan kurban di Kabupaten Mesuji kali ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini tentu saja menandakan semangat berkurban dan berbagi masyarakat, serta tingkat perekonomian terus meningkat. Semoga melalui momen ini mampu meningkatkan ketakwaan, serta meningkatkan solidaritas di antara sesama,” terang Rosidin di kantornya, Jumat (24/08/2018).


Momentum Iduladha, Khamami Ajak Tingkatkan Kepedulian terhadap Sesama

Category : Informasi

Bupati Mesuji Khamami mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat yang kurang mampu. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan saat melaksanakan sholat Iduladha 1439 Hijriah di Masjid Agung Desa Wirajaya, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (22/08/2018).

Menurutnya, momentum Iduladha ini merupakan waktu yang tepat bagi umat yang mampu, untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama melalui ibadah kurban. Menyembelih sebagian nikmat yang dimiliki untuk berbagi daging kurban dan kebahagiaan kepada sesama.

“Ibadah kurban memberikan pesan kepada umat Islam tentang pentingnya solidaritas, empati terhadap sesama, serta mengesampingkan ego pribadi untuk kemanfaatan bersama. Mari kita ulurkan tangan untuk berbagi dengan saudara-saudara kita yang saat ini masih kekurangan. Orang miskin adalah saudara kita, orang kaya adalah teman kita. Semoga melalui momentum hari raya ini menjadikan kita pribadi yang semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan semakin meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan sholat Iduladha tahun ini, Pemkab Mesuji membagi tiga tim, yakni Tim I dipimpin Bupati Mesuji Khamami di Desa Wirajaya Kecamatan Tanjung Raya, Tim II dipimpin Wakil Bupati Mesuji Saply di Desa Adi Karya Mulya Kecamatan Panca Jaya, dan Tim III dipimpin Sekretaris Daerah Rizal Fauzi di Desa Rejo Mulyo Kecamatan Way Serdang.

Seusai pelaksanaan sholat Iduladha Bupati Khamami ikut menyaksikan pemotongan hewan kurban bantuan dari Pemkab Mesuji dan selanjutnya menggelar acara open house di rumah dinasnya.


Iduladha, Pemkab Mesuji Kurban 32 Ekor Sapi

Category : Informasi

Pemerintah Kabupaten Mesuji menyumbangkan sebanyak 32 ekor sapi untuk dikurbankan pada hari raya Iduladha 1439 Hijriah. Plh Kabag Kesra Pemkab Mesuji Rosidin, selaku koordinator mengatakan semua hewan kurban tersebut telah didistribusikan ke 32 desa penerima dan masing-masing mendapat alokasi seekor sapi.

Lanjutnya, hewan kurban ini diperoleh dari sumbangan seluruh organisasi perangkat daerah di Pemkab Mesuji sebagai wujud ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Namun, dia meminta maaf tidak semua yang mendapat sumbangan hewan kurban karena keterbatasan.

Menurutnya, jumlah hewan kurban dari Pemkab Mesuji sendiri pada tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 24 ekor hewan kurban, terdiri atas 16 ekor sapi dan 8 ekor kambing.

Sedangkan untuk jumlah keseluruhan hewan kurban di Kabupaten Mesuji, dia masih belum dapat memastikan karena dipastikan masih akan terus bertambah sampai tiga hari kedepan. Saat ini, pihaknya masih terus mengumpulkan data jumlah hewan kurban dari seluruh desa melalui kecamatan masing-masing.

“Seluruh hewan kurban telah diserahkan kepada masing-masing desa. Saya meminta maaf tidak semua yang mendapat sumbangan hewan kurban karena keterbatasan yang ada. Semoga bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ucapnya, Rabu (22/08/2018).


Wabup Saply Kukuhkan 27 Anggota Paskibraka

Category : Informasi

Wakil Bupati Mesuji Saply resmi mengukuhkan 27 orang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Mesuji Tahun 2018 di Balai Desa Bujung Buring, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (15/08/2018).

Dari 27 orang Paskibraka yang dikukuhkan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 12 hari untuk bertugas menjadi pengibar bendera merah putih pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi dan penurunan bendera pada 17 Agustus 2018.

Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pengucapan ikrar pemuda, kemudian dilanjutkan dengan penyematan lencana dan pemasangan kendit secara simbolis oleh Wakil Bupati Saply kepada dua anggota perwakilan Paskibraka, yakni Lenox Lowis dan Ajeng Monica Putri.

Acara turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji Rizal Fauzi, Wakapolres Mesuji Kompol Hendriansyah, Pabung Kodim 0426/Tulang Bawang Mayor Arh Wahyudi, Ketua Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Mesuji Agus Sujiandoko, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, serta orang tua anggota Paskibraka.

Wabup Saply dalam sambutannya mengatakan, anggota Paskibraka yang dikukuhkan ini merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Mesuji. Dikatakannya, pengukuhan ini merupakan tonggak sejarah bagi perjalanan hidup karena selain mampu lolos seleksi menjadi Paskibraka Kabupaten Mesuji, juga menyelesaikan seluruh tahapan latihan dengan baik.

Lanjutnya, atas nama Pemerintah Kabupaten Mesuji Saply mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang baru saja dikukuhkan, serta mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pelatih, Purna Paskibraka, dan seluruh pihak yang telah berperan serta selama rangkaian pelatihan Paskibraka.

“Menjadi Anggota Paskibraka tidaklah mudah. Selain harus memenuhi berbagai persyaratan, juga diwajibkan mengikuti pelatihan yang cukup berat dan melelahkan. Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi adik-adik, keluarga, teman, sekolah, dan Kabupaten Mesuji karena kalian adalah insan-insan terpilih dari sekian putra-putri terbaik yang ada di Kabupaten Mesuji,” ucapnya.


Dinsos Mesuji Seleksi Tenaga Fasilitator SLRT

Category : Informasi

Pemerintah Kabupaten Mesuji melakukan seleksi tenaga fasilitator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) yang bersumber dari Anggaran Kementerian Sosial Republik Indonesia. Seleksi ini diikuti oleh 127 peserta yang kualifikasinya telah ditentukan. Seleksi dilaksanakan mulai dari tanggal 6-9 Agustus 2018 bertempat di Rumah Dinas Bupati Mesuji, Brabasan.
Plt. Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Mesuji, Andi Subrastono, S.Sos mengatakan SLRT merupakan Program Kemeterian Sosial sistem layanan yang membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan miskin serta menghubungkan mereka dengan program-program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota sesuai dengan kebutuhan mereka.
Lanjutnya, SLRT juga membantu mengindentifikasi keluhan masyarakat miskin dan rentan miskin, melakukan rujukan, dan memantau penanganan keluhan untuk memastikan bahwa keluhan-keluhan tersebut ditangani dengan baik.
“Jumlah Tenaga Failitator SLRT yang akan diterima sebanyak 50 orang. Fasilitator yang diangkat memiliki tugas melaksanakan Pencarian data penduduk, Verifikasi dan pencatatan perubahan data penduduk, pendataan data partisipasi program, pendataan kebutuhan program, pendataan keluhan,” jelas Andi, Sabtu (11/08/2018).
Pada tanggal 14 Agustus akan diumumkan para peserta yang lulus untuk mengikuti tes menggunakan gawai berbasis android. Mereka yang lulus tes akhir akan ditetapkan berdasarkan SK Bupati Mesuji dan akan diberikan honor sebesar satu juta rupiah per bulan. Sebelum disebar ke desa dan menjalankan tugasnya, mereka akan diberikan bimbingan teknis dan diberikan pinjaman gawai android untuk mempermudah tugas mereka.
“SLRT bisa menjadi solusi terpadu untuk berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Menurutnya, saat ini, penanganan masalah yang disebabkan kemiskinan masih ditangani oleh masing-masing sektor. Melalui SLRT, penanganan tersebut bisa terintegrasi, komprehensif, lebih efektif, tepat sasaran dan lebih maksimal terhadap masyarakat,” tambah Andi.

Wabup Saply Lepas 84 Jemaah Calon Haji Asal Mesuji

Category : Informasi

Sebanyak 84 jemaah calon haji asal Kabupaten Mesuji resmi dilepas oleh Wakil Bupati Mesuji Saply di Masjid Agung Al Muhajirin, Simpang Pematang, Rabu Pagi (08/08/2018). Turut melepas jemaah calon haji, yakni Kapolres Mesuji AKBP Edi Purnomo, Sekretaris Daerah Rizal Fauzi, Kepala Kantor Kementerian Agaman Helmi, Ketua MUI Mesuji Husni Fadil, dan beberapa pejabat Pemkab Mesuji.

Pada tahun ini, jumlah kuota jemaah calon haji Kabupaten Mesuji berjumlah 84 orang terdiri atas 43 jemaah laki-laki dan 41 jemaah perempuan dan didampingi seorang petugas Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD). Tercatat sebagai jemaah tertua atas nama Ali Muis Cik Man (82 tahun) dan jemaah termuda atas nama Alhikmah Sukirman Ahmad (33 tahun).

Rombongan jemaah calon haji asal Mesuji nantinya akan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 50 bersama dengan rombongan dari Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Kota Bandar Lampung. Selanjutnya saat tiba di Mekah Al-Mukaromah para jamaah calon haji akan menginap di Pemondokan Nomor 01 dan Hotel Nomor 201 Royal Al Sa’adah wilayah Syisyah di Kawasan Markaziah Gharbiah.

Pemerintah Kabupaten Mesuji sendiri melalui dana APBD Tahun 2018 telah mengalokasikan dana sebesar Rp.199.282.272,- untuk Ongkos Transit Daerah (OTD) masing-masing sebesar Rp.2.372.408,- per calon jemaah haji.

Wabup Saply berpesan kepada jemaah agar melaksanakan ibadah haji sesuai dengan tuntunan yang telah diberikan pada manasik haji sebelumnya. Selain itu, menurutnya kesehatan juga harus dijaga, karena kondisi alam dan cuaca yang berbeda dengan tanah air, serta hormati dan taatilah segala ketentuan yang berlaku di tanah suci.

“Selamat jalan dan selamat beribadah, semoga Allah SWT senantiasa melindungi perjalanan serta melancarkan ibadah jemaah calon haji semua dan kembali di Kabupaten Mesuji dengan predikat haji yang mabrur dan mabrurah,” ucapnya.


Meriah, Api Asian Games XVIII Singgah di Mesuji

Category : Informasi

Api obor Asian Games XVIII akhirnya singgah di Kabupaten Mesuji, Selasa (07/08/2018). Penyambutan dipusatkan di Alun-Alun Mulya Agung, Kecamatan Simpang Pematang yang lokasinya tidak jauh dari perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Api tiba di lokasi pada pukul 18.00 WIB dan disambut meriah seluruh masyarakat yang tumpah ruah di Jalan Lintas Timur Sumatera meski hanya singgah selama sekitar 15 menit.

Pada penyambutan tersebut, api Asian Games XVIII diserahkan dari Ketua Panitia Torch Relay Sunu dan diserahkan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung Hannibal. Selanjutnya api tersebut diserahkan Hannibal kepada Wakil Bupati Mesuji Saply didampingi Kapolres Mesuji AKBP Edi Purwanto dan Dandim 0426/TB Letkol Arm. Kus Fiandar Yusuf. Api kemudian diserahkan kembali oleh Wabup Saply kepada Rombongan Torch Relay Asian Games XVIII untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Tulang Bawang.

Selain Alun-Alun Mulya Agung, setidaknya ada dua lokasi lainnya yang dipusatkan untuk penyambutan Torch Relay Asian Games 2018 saat melintas di wilayah Mesuji, yakni di Simpang Pematang dan Simpang Asahan.

Secara umum, pelaksanaan Torch Relay Asian Games 2018 akan melintasi 54 kota di 18 provinsi selama 35 hari. Prosesi Torch Relay akan berakhir di Monumen Nasional Jakarta pada 17 Agustus 2018. Keesokan harinya, api obor tersebut akan dipakai untuk pesta pembukaan Asian Games 2018.