You cannot copy content of this page

Lampung Fair 2017 Ditutup, Anjungan Mesuji Raih 2.940 Pengunjung

Category : Informasi

Pergelaran Lampung Fair 2017 resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, Jumat (29/12/2017). Selama penyelenggaraannya, tercatat sebanyak 2.940 orang mengunjungi Anjungan Kabupaten Mesuji.

Anjungan Kabupaten Mesuji menampilkan sejumlah potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Mesuji diantaranya produk kerajinan, UMKM, dan potensi alam, serta pariwisatanya dalam event ini yang digelar di PKOR Way Halim, Bandarlampung sejak dibuka tanggal 15 sampai dengan penutupan tanggal 29 Desember 2017.

Dalam acara penutupan itu sekaligus diberikan berbagai penghargaan perlombaan selama penyelenggaraan Lampung Fair 2017, Pemkab Mesuji meraih empat penghargaan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekdaprov Sutono dan diterima oleh Wakil Bupati Mesuji Saply dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mesuji Neliwati Saply.

Keempat penghargaan itu, antara lain juara I Lomba Kreasi Tumpeng, juara II Lomba Masakan Khas Lampung, serta juara II Pramu Stand Terbaik Kategori Stand Anjungan Kabupaten/Kota, dan juara II Stand Terbaik Kategori PKK/Dharma Wanita/Dekranasda.


Pemkab Mesuji Terbaik ke-3 Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan

Category : Uncategorized

Pemerintah Kabupaten Mesuji menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Lampung atas penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan dari Inspektorat Provinsi Lampung. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri kepada tiga kabupaten yang menyelesaikan tindak lanjut terbaik saat acara Gelar Pengawasan Daerah (Gelarwasda) Provinsi Lampung tahun 2017 di Emersia Hotel, Bandarlampung, Kamis (28/12/2017).

Tiga Kabupaten yang mendapatkan penghargaan, yaitu peringkat pertama adalah Kabupaten Tulang Bawang Barat, peringkat kedua Kabupaten Pringsewu, dan peringkat ketiga Kabupaten Mesuji. Penghargaan diterima Wakil Bupati Mesuji Saply dan didampingi Inspektur Kabupaten Mesuji Supratomo.

“Penghargaan ini tentunya menjadi bukti komitmen dan keseriusan Pemkab Mesuji dalam segi pengawasan, yang secara tepat waktu mampu menyelesaikan tindak lanjut pemeriksaan sesuai dengan PP Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Dengan penghargaan ini, mudah-mudahan semakin memotivasi kami dalam menyelenggarakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik kedepan,” ucap Saply.

Pada acara Gelarwasda Provinsi Lampung tahun 2017 kali ini dihadiri oleh wakil bupati/wali kota dan inspektur kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.


Jadi Pembicara Rakor Transmigrasi, Khamami Sampaikan Kiat Membangun KTM Mesuji

Category : Informasi

Bupati Mesuji Khamami menjadi pembicara pada acara Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pengembangan Kawasan Transmigrasi yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Acara dilaksanakan di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Rabu (27/12/2017) dan dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, PDT, Trans, Anwar Sanusi, serta dihadiri oleh pejabat kementerian terkait dan sebanyak 22 bupati yang memiliki Kawasan Terpadu Mandiri (KTM). Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan simbolis DIPA tahun 2018 dan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama antara BNI dan pemerintah daerah.

Bupati Mesuji menjadi satu-satunya kepala daerah yang diundang menjadi pembicara pada acara tersebut karena keberhasilan KTM Mesuji menjadi salah satu KTM yang terbaik se-Indonesia. Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi Putu Edy Sasono tersebut, Bupati Khamami juga mendapat apresiasi dari peserta yang hadir atas usaha dan kerja keras dalam membangun Kabupaten Mesuji. Seperti diketahui, KTM Mesuji termasuk dalam 20 lokasi KTM yang diprioritaskan pembangunannya oleh Pemerintah.

Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Krakatau 2017 Digelar Polres Mesuji

Category : Informasi

Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Krakatau 2017 digelar Polres Mesuji di Lapangan Utama Polres Mesuji, Wirabangun, Kamis (21/12/2017) dalam rangka pengamanan hari raya Natal dan tahun baru 2018. Dalam apel tersebut Kapolres Mesuji AKBP Prianto Teguh Nugroho, bertindak selaku inspektur dan diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas TNI AD, Satlantas, Sabhara, Intelkam, Satuan Polisi Pamong Praja, pemadam kebakaran, dinas perhubungan, dan Sentra Komunikasi (senkom) Mitra Polri.

Operasi Lilin 2017 dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia mulai tanggal 23 Desember 2017 sampai dengan 1 Januari 2018. Operasi ini melibatkan setidaknya  170.304 personil yang terdiri atas 90.057 personil Polri, 20.070 personil TNI, dan 60.177 pesonil dari instansi terkait beserta komponen masyarakat lainnya.

Dalam arahannya, Kapolres Mesuji mengatakan apel gelar pasukan ini dilaksanakan dalam rangka pengecekan terakhir terhadap kesiapan seluruh personil pengamanan berikut perlengkapan sarana dan prasarana pendukungnya, serta keterpaduan unsur lintas sektoral dalam pengamanan guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Beberapa ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang perlu diantisipasi adalah masih adanya potensi serangan teror, kemacetan lalu lintas, bencana alam, ketersediaan dan stabilitas harga keburuhan pokok, serta potensi konflik dalam kehidupan masyarakat terkait perayaan Natal seperti aksi sweepping oleh ormas,” ucapnya.

Apel turut dihadiri oleh Wakil Bupati Mesuji Saply, Danramil 426-01/Mesuji Mayor Arm I Ketut Subangga, Kasat Pol PP Kabupaten Mesuji Mahyudin Pulungan, dan Ketua Senkom Kabupaten Mesuji Suyadi. Usai apel, rombongan meninjau ruang pemantauan CCTV yang dipasang di jalan lintas timur Kabupaten Mesuji guna memantau wilayah yang berpotensi rawan kemacetan dan tindak kejahatan.


Pemkab dan DPRD Mesuji Sepakati Raperda APBD TA 2018

Category : Informasi

Pemerintah Kabupaten Mesuji dan DPRD Kabupaten Mesuji akhirnya menyepakati rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2018. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama nota kesepakatan antara Bupati Mesuji Khamami dan Ketua DPRD Fuad Amrulloh, Rabu (20/12/2017) di Ruang Sidang Paripurna DPRD, Wiralaga Mulya.

Adapun nilai yang disepakati yaitu pendapatan daerah sebesar Rp 846.653.454.127,- dan belanja daerah sebesar Rp 886.227.966.227,-. Sedangkan pembiayaan netto sebesar Rp 39.574.512.100,- yang diperoleh dari sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun anggaran sebelumnya.

Dengan telah disetujuinya Raperda tentang APBD Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2018, raperda tersebut akan diproses lebih lanjut untuk disampaikan kepada gubernur selaku wakil Pemerintah Pusat untuk mendapat evaluasi dan mendapatkan nomor registrasi sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah sesuai dengan amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana diubah dengan UU Nomor 9 Tahun 2015, PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana diubah dengan Permendagri Nomor 59 Tahun 2007.

“Alhamdullillah, setelah melalui berbagai proses dan tahapan pembahasan, maka pada hari ini telah tiba saatnya penandatanganan persetujuan bersama. Untuk itu, saya mengucapkan ribuan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap Pimpinan dan Anggota DPRD, Panitia Khusus DPRD, dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Mesuji atas upaya dan kerja keras selama ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan masyarakat,” ucapnya.


Bupati Khamami Minta Aparatur Desa Maksimalkan Peran dan Fungsi

Category : Informasi

Bupati Mesuji Khamami mengingatkan kepada para aparatur desa menjalankan fungsi dan tugasnya secara maksimal. Itu disampaikannya di hadapan para kepala desa, perangkat desa, BPD, RT, RK, dan linmas se-Kecamatan Way Serdang saat acara rapat koordinasi dan silaturahmi bersama di Halaman Kantor Camat Way Serdang, Bukoposo, Rabu (20/12/2017).

Menurut Khamami, perlu dilakukan evaluasi terhadap fungsi dan peran masing-masing aparatur desa dalam menjalankan pemerintahan.

“Masing-masing harus paham peran, tanggung jawab, dan komitmen terhadap tugasnya. Jangan hanya makan gaji buta. Khususnya BPD harus tahu kewenanganya, diantaranya mengawasi jalannya pemerintahan desa, menyetujui peraturan desa yang diajukan kepala desa, serta menyampaikan aspirasi masyarakat desa. Jangan sampai BPD tidak tahu anggaran APBDes di desanya, ini tidak boleh terjadi lagi, ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Camat Way Serdang I Komang Sutiaka mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Mesuji dan memberikan arahan kepada aparatur desa se-Kecamatan Way Serdang. Kegiatan ini selain untuk silaturahmi, juga sebagai ajang evaluasi serta pemantapan program untuk tahun 2018 yang akan datang. Selain itu, juga serahkan santunan bagi lansia dan anak yatim.

“Kecamatan Way Serdang sebagai salah satu kecamatan yang tersukses dalam pelaksanaan kegiatan di desa-desa. Selain realisasi Pajak Bumi dan Bangunan mencapai 100% sebesar Rp 677 juta. Mudah-mudahan pada tahun 2018, Kecamatan Way Serdang semakin muncul inovasi-inovasi pembangunan sesuai dengan arahan Pak Bupati,” ucapnya.


Bupati Khamami Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda APBD 2018

Category : Informasi

Bupati Mesuji Khamami menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Kabupaten Mesuji terhadap Rancangan Peraturan Daerah (raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2018 pada sidang paripurna DPRD Kabupaten Mesuji, yang digelar di Gedung DPRD, Wiralaga Mulya, Selasa (19/12/2017).

Dari beberapa pandangan umum yang disampaikan, sebagian besar menyoroti penyusunan dan penyampaian Raperda tentang APBD Kabupaten Mesuji agar kedepan tidak terlambat dan disampaikan tepat waktu.

Selain itu, salah satu pandangan umum dari Fraksi Nasdem menanyakan mengenai alokasi anggaran di bidang pendidikan dan kesehatan. Dikatakan Khamami bahwa dalam pengalokasian anggaran pendidikan dan kesehatan, Pemkab Mesuji telah berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yakni alokasi 20% digunakan untuk bidang pendidikan dan alokasi 10% untuk bidang kesehatan.

Ada juga saran yang diberikan dari Fraksi Mesuji Raya yang meminta agar Pemkab Mesuji kedepan lebih mengutamakan kualitas pekerjaan yang dibangun, serta pertanyaan dari Fraksi PAN tentang penanganan sampah di lokasi pasar.

“Dari beberapa pandangan umum yang disampaikan tujuh fraksi DPRD Kabupaten Mesuji dapat disimpulkan bermakna saran yang membangun, pertanyaan yang memerlukan jawaban, himbauan serta pernyataan yang positif atas penyusunan APBD Tahun Anggaran 2018. Untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Mesuji saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ujar Khamami.


Belanja Daerah APBD Mesuji TA 2018 Diasumsikan Naik Rp 89,7 Milyar

Category : Informasi

Belanja Daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2018 diasumsikan sebesar Rp 868.011.966.227,- atau naik sebesar Rp 89.747.713.804,74 atau setara 11,53% dari tahun anggaran sebelumnya.

Hal ini diketahui saat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran (TA) 2018 oleh Bupati Mesuji Khamami kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Mesuji di Ruang Paripurna DPRD, Wiralaga Mulya, Senin (18/12/2017).

Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa untuk Pendapatan Daerah diasumsikan naik sebesar  Rp.89.729.286.610,- atau naik 11,85% menjadi sebesar Rp.846.653.454.127,-. Sedangkan Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp.22.858.512.100,- yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Daerah (SILPA) tahun sebelumnya, serta Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp.1.500.000.000,-  yang merupakan Penyertaan modal investasi daerah pada Bank Lampung. Dengan demikian, Pembiayaan Netto sebesar Rp.21.358.512.100,-.

Melalui sambutannya, Bupati Khamami mengingatkan kepada seluruh organsiasi perangkat daerah (OPD) untuk mengurangi kegiatan yang memboroskan anggaran, tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, serta tidak melakukan belanja perlengkapan kantor yang telah dianggarkan pada anggaran sebelumnya.

“Kita sebagai pelayan masyarakat harus lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. Jangan sampai kita bermewah-mewah, namun rakyat masih susah, serta selalu pedomani peraturan dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.


Tingkatkan Kemampuan Analis Kebutuhan Diklat, BKDD Mesuji Gelar Diklat AKD

Category : Informasi

Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Analis Kebutuhan Diklat (AKD) yang berlangsung di POP Hotel, Bandarlampung, Senin (18/12/2017). Diklat dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Nawawi Matni dan dihadiri oleh Kabid Pengembangan Kompetensi Teknis Umum dan Fungsional BPSDM Provinsi Lampung Siti Boru Siahaan, serta Kepala BKDD Kabupaten Mesuji Beddi.

Diklat diikuti oleh sebanyak 35 peserta yang merupakan kasubbag umum dan kepegawaian pada masing-masing OPD dan akan menerima materi 68 jam pelajaran yang berlangsung selama enam hari dengan pemateri dari Biro Organisasi Provinsi Lampung dan BPSDM Provinsi Lampung.

Menurut Kepala BKDD Kabupaten Mesuji Beddi, tujuan dari diselenggarakannya diklat tersebut  adalah untuk membekali aparatur khususnya dalam melakukan analisis kebutuhan diklat secara tepat, sesuai dengan kebutuhan organisasi selain itu juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi secara jelas kebutuhan diklat bagi pegawai yang akan dilatih.

“Pada akhir diklat ini nantinya para peserta akan membuat sebuah action plan rencana kebutuhan diklat tahun 2018 pada masing-masing OPD. Output yang diharapkan para peserta akan mampu menganalisis kebutuhan diklat pada OPD masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Nawawi Matni menyambut baik dengan dilaksanakan kegiatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan analis kebutuhan diklat pada masing-masing OPD.

Diklat ini menurutnya sangat penting karena untuk menghasilkan diklat yang berkualitas, diperlukan suatu kemampuan untuk melakukan analisis kebutuhan diklat untuk para perancang program diklat agar perencanaan program diklat dapat efektif dalam rangka pembangunan sumber daya aparatur dalam kerangka reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Saya berharap peserta setelah mengikuti diklat ini mampu melaksanakan analisis kebutuhan diklat di masing-masing OPD. Kedepan, pelaksanaan diklat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mesuji harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang ada sehingga bermanfaat bagi peningkatan kapasitas aparatur yang bermuara pada peningkatan kinerja aparatur,” ujarnya.


Kabupaten Mesuji Tampilkan Potensi Kerajinan dan Wisata di Lampung Fair 2017

Category : Informasi

Berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Mesuji dipamerkan di anjungan Kabupaten Mesuji dalam event Lampung Fair 2017 yang digelar di PKOR Way Halim, Bandarlampung yang berlangsung pada tanggal 15 sampai dengan 29 Desember 2017.

Sesuai dengan tema Lampung Fair 2017 kali ini, “Terus Maju dan Sejahtera Lampungku Treasure of Sumatera”, anjungan Kabupaten Mesuji menampilkan sejumlah potensi unggulan diantaranya produk kerajinan, UMKM, dan potensi alam serta pariwisatanya, dan lain sebagainya.

Beberapa hasil kerajinan diantaranya adalah kain sulam ulat yang menjadi primadona dan ciri khas Mesuji. Tak ketinggalan juga ditampilkan beraneka ragam panganan khas Mesuji dari tujuh kecamatan yang ada, diantaranya sambelingkung, kerupuk ikan, kemplang, pempek, dan lain sebagainya.

Sejumlah potensi wisata juga dipamerkan dalama kesempatan ini, antara lain Waterpak Taman Kehati dan wisata air Sungai Mesuji. Selain itu, juga ditampilkan berbagai capaian pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui program-program yang inovatif.

Wakil Bupati Mesuji Saply berharap melalui event ini dapat menjadi ajang promosi dalam rangka memperkenalkan potensi Kabupaten Mesuji sebagai salah satu kabupaten baru yang ada di Provinsi Lampung kepada masyarakat.

“Harapan melalui kegiatan ini dapat menarik calon investor untuk dapat menanamkan modalnya di Kabupaten Mesuji dengan kemudahan dalam perizinannya yang didukung dengan keberadaan jalan tol Trans Sumatera dan infrastruktur lainnya. Bila investor masuk ke Mesuji akan semakin mendorong dan meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” harapnya, saat menerima kunjungan Kapolda Lampung Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo beserta rombongan seusai upacara pembukaan Lampung Fair 2017 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Jumat (15/12/2017).