You cannot copy content of this page

Ikuti Anjuran Pemerintah, Umat Hindu di Mesuji Batasi Rangkaian Upacara Nyepi

Category : Uncategorized

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Mesuji membatasi sejumlah kegiatan dalam rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942 yang jatuh pada 25 Maret 2020. Hal ini sebagai langkah antisipasi penyebaran virus covid-19 di Kabupaten Mesuji.

Dikatakan Ketua Parisada Hindu Dharma Indinesia (PHDI) Kabupaten Mesuji I Komang Sutiaka, Senin (23/03/2020), keputusan ini didasarkan atas imbauan Presiden RI Joko Widodo, imbauan PHDI Pusat melalui surat bernomor 310/PHDI Pusat/III/2020 tanggal 19 Maret 2020, dan edaran Bupati Mesuji Nomor: 440/1126/I.01/MSJ/2020 tentang Tindak Lanjut Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mesuji.

Komang mengatakan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang melibatkan banyak massa, pada tahun ini rangkaian upacara Hari Suci Nyepi dibatasi, salah satunya tidak melaksanakan pawai ogoh-ogoh.

“Kemarin dan hari ini telah dilaksanakan upacara Melasti di masing-masing pura, dengan jumlah umat yang dibatasi untuk tetap menjaga pembatasan sosial (social distancing), selain itu kami anjurkan umat agar sembahyang di rumah masing-masing,” jelas Komang.

Lanjutnya, esok hari umat Hindu akan menjalankan upacara Tawur Agung Kesanga dan selanjutnya melaksanakan Catur Brata Penyepian. Sementara itu, untuk Dharmasanti hanya digelar di rumah masing-masing.

“Meskipun ada pembatasan, namun tidak mengganggu kekhidmatan beribadah. Kita sepakat soal pembatasan sosial, kita ikuti anjuran Pemerintah demi kebaikan kita bersama untuk mencegah penyebaran virus covid-19 makin meluas,” ujarnya. (Prokompim/CS)


Leave a Reply