You cannot copy content of this page

Atasi “Blank Spot”, Pemkab Mesuji Tawarkan Investasi 37 Titik Menara BTS

Category : Uncategorized

Masih banyaknya “blank spot” atau zona susah sinyal telekomunikasi seluler di Kabupaten Mesuji membuat Pemerintah Kabupaten Mesuji melakukan berbagai upaya untuk mengatasi hal tersebut.

Salah satu upaya tersebut dengan menawarkan rencana investasi kepada penyedia layanan telekomunikasi dan penyedia menara BTS. Hal ini diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) dengan menawarkan potensi investasi di bidang telekomunikasi kepada kedua penyedia layanan tersebut, dalam hal ini PT Telkomsel dan PT Tower Bersama Group Tbk.

Kamis lalu (19/09/2019), bertempat di Kantor Telkomsel Smart Office, Bandarlampung, Pemkab Mesuji melakukan presentasi dan audiensi prospek investasi pembangunan menara Base Transceiver Stasion (BTS) dengan pihak Telkomsel dan Tower Bersama yang diwakili oleh Manager Network Sevice Telkomsel Lampung Tengku Erfansyah dan Regional Manager Tower Bersama Safroni Wibawanto.

Dikatakan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji Indra Kusuma Wijaya saat acara tersebut, mengungkapkan pihaknya saat ini berupaya agar Kabupaten Mesuji bebas dari “blank spot”. Hal ini merupakan perwujudan salah satu poin misi Kabupaten Mesuji Tahun 2017 – 2022, yakni “Pembangunan infrastruktur yang memadai, merata, dan berkualitas.”

Menurutnya, saat ini investasi di bidang telekomunikasi masih terbuka luas karena masih rendahnya jangkauan layanan telekomunikasi di Kabupaten Mesuji

Lanjutnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Mesuji akan menyandingkan data terkait 37 wilayah blank spot tersebut dengan PT Telkomsel dan PT Tower Bersama untuk dilaksanakan “Market Research”, dilanjutkan dengan pengajuan dan persetujuan oleh kantor pusat. Jika disetujui, pembangunan akan dimulai pada Januari 2020. Adapun beberapa wilayah yang menjadi prioritas, antara lain Kecamatan Mesuji, Mesuji Timur, Rawa Jitu Utara, serta sebagian Tanjung Raya dan Way Serdang.

“Jika pembangunan menara BTS ini terwujud, diharapkan akan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berkomunikasi yang selama ini dikeluhkan masyarakat, serta secara langsung mampu berdampak pada pertumbuhan perekonomian. Seiring dengan perkembangan zaman yang memasuki dunia digital atau yang lebih terkini dengan sebutan Revolusi Industri 4.0, baik melalui e-commerce maupun lainnya, Kabupaten Mesuji harus siap menyediakan infrastuktur yang memadai dengan menggandeng berbagai stakeholder agar tidak tertinggal dengan daerah lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kab. Mesuji R. Hanung Nugroho, S.IP yang juga ikut pada acara itu, mengatakan DPMPTSP akan lebih optimal dalam rangka menarik investasi di berbagai sektor usaha dengan prioritas agroindustri, industri pengolahan, telekomunikasi, energi, dan sektor lainnya.

“Apalagi dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatera yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini, akan menjadi poin plus bagi Mesuji di mata para Investor,” terangnya. (Humas/CS)


Leave a Reply