You cannot copy content of this page

Dinas PMD Mesuji dan Desa Hadi Mulyo Terima Penghargaan dari KPP Pratama Kotabumi

Category : Informasi

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mesuji dan Desa Hadi Mulyo memperoleh penghargaan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kotabumi.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Dinas PMD Mesuji atas keberhasilan dalam membimbing dan mendampingi bendahara desa dalam pelaksanaan kewajiban pajak atas Dana Desa tahun 2017. Sedangkan penghargaan bagi Desa Hadi Mulyo diberikan sebagai pemotong, pemungut, dan penyetor pajak atas Dana Desa tahun 2017 terbesar pertama di wilayah KPP Pratama Kotabumi dan terbesar di Kabupaten Mesuji.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala KPP Pratama Kotabumi Verizal Suryadi di Aula Kantor KPP Pratama Kotabumi, Rabu (31/01/2018) kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas PMD Kabupaten Mesuji Sunardi dan Kabid Keuangan, Pembangunan, dan Aset Desa Dinas PMD Mesuji Taufiq Widodo yang mewakili Desa Hadi Mulyo.

Dalam keterangannya usai menerima penghargaan, Sunardi mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari KPP Pratama Kotabumi bagi desa yang taat membayar kewajiban pajaknya dalam pengelolaan Dana Desa yang digelontorkan pada tahun 2017.

“Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa lainnya di Kabupaten Mesuji agar termotivasi untuk taat dan tertib membayar kewajiban pajaknya. Prestasi ini tak lepas dari bimbingan Bupati Mesuji dan kerja keras seluruh jajaran Dinas PMD dalam menentukan formulasi yang tepat bagi desa, serta dibantu oleh kecamatan dalam pengawasannya,” ucap Sunardi.


Panen Musim Tanam Rendeng, Mesuji Targetkan Produksi 167 Ton GKP

Category : Informasi

Pemerintah Kabupaten Mesuji menargetkan produksi gabah kering panen (GKP) pada musim tanam rendeng tahun ini sebesar 167.253 ton.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Rosidin saat pelaksanaan panen raya padi perdana di Desa Sungai Badak, Kecamatan Mesuji, Senin (29/01/2018).

Dikatakannya, pada musim tanam rendeng ini target tanam padi mencapai 32.164 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mesuji, Mesuji Timur, dan Rawa Jitu Utara.

“Target produksi musim tanam rendeng tahun ini sebesar 167.253 ton GKP atau rata-rata 5,2 ton per hektare. Sedangkan untuk tahun 2018, target produksi mencapai 299.653 ton GKP,” jelasnya.


Dalam Seminggu, dari Presiden hingga Kapolda Kunjungi Mesuji

Category : Informasi

Satu minggu ini merupakan minggu yang sibuk bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Mesuji. Pasalnya, beberapa pejabat mengunjungi Mesuji, mulai dari tingkat nasional hingga regional Lampung. Pada 21 Januari 2018 lalu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengunjungi Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji untuk meresmikan Program Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) Terintegrasi. Ini merupakan momen bersejarah karena pertama kalinya Mesuji dikunjungi Presiden.

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu turut didampingi oleh tiga menteri sekaligus, yaitu Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Basuki Hadimuljono, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Selain itu, hadir pula Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko dan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. Selang dua hari, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri juga mengunjungi Mesuji dan pada hari ini Kapolda Lampung Irjen Pol. Suntana juga melakukan kunjungan kerja perdana di Mesuji.

Jika selama ini Mesuji terkenal karena peredaran senjata api rakitan ataupun konflik agraria, perlahan mulai berganti menjadi citra yang positif atas berbagai prestasi dan pembangunan yang dilakukan. Ini tentunya menjadi harapan baru bagi Mesuji dan semakin memotivasi untuk membangun Kabupaten Mesuji yang lebih baik, maju, dan sejahtera.

“Minggu ini merupakan minggu yang luar biasa bagi Mesuji karena dikunjungi Presiden RI, tiga menteri, dan beberapa pejabat lainnya. Ini merupakan pertanda Kabupaten Mesuji mulai diperhitungkan di tingkat nasional dan mulai membangun citra positif atas prestasi yang diraih dan pembangunan yang dilakukan,” ujar Bupati Mesuji Khamami saat menyambut Kapolda Lampung di Mapolres Mesuji, Jumat (26/01/2018).


Pemkab Mesuji dan Bulog Salurkan Beras Subsidi dan Paket Sembako

Category : Informasi

Pemerintah Kabupaten Mesuji dan Perum Bulog menggelar Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP-CBP) di Balai Desa Wonosari, Mesuji Timur, di sela-sela kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Kabupaten Mesuji, Minggu (21/01/2018). Wakil Bupati Mesuji Saply turut serta memantau kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan lancar itu.

Dijelaskan Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mesuji Deasy Eka Saputri, beras bersubsidi yang disalurkan yakni sekitar 38 ton beras bagi 3.200 kepala keluarga, harga Rp.8.500 per kilogram. Namun, masyarakat hanya menebus dengan harga Rp 6.000 karena telah disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Mesuji.

Lanjutnya, Perum Bulog juga menggelar operasi pasar sembako subsidi berupa 500 paket sembako yg berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 2 kilogram dengan harga Rp 105.000, namun masyarakat hanya dikenakan harga Rp 50.000.

“Selain itu, juga dibagikan sebanyak 600 paket sembako gratis bantuan dari Presiden RI kepada sebanyak 350 warga Desa Dwi Karya Mustika dan 250 warga Desa Wonosari,” jelas Deasy.


Semobil dengan Presiden Jokowi, Tiga Permintaan Ini Disampaikan Bupati Khamami

Category : Uncategorized

Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Kabupaten Mesuji pada Minggu sore (21/01/2018) sangat dinantikan jajaran Pemerintah Kabupaten Mesuji dan masyarakat Mesuji. Momentum ini rupanya dimanfaatkan betul oleh Bupati Mesuji Khamami untuk menyampaikan harapan-harapannya secara langsung saat berada satu mobil menuju lokasi acara dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

Saat ditemui usai acara, Bupati Khamami menyampaikan setidaknya ada tiga hal yang menjadi pokok pembahasannya dengan Presiden Jokowi, diantaranya pembangunan jalan dari Simpang Selamat Datang Brabasan sampai dengan Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji sejauh 32 kilometer, pembangunan pelabuhan tol laut di Rawa Jitu Utara, dan pembangunan jembatan yang menghubungkan KTM Mesuji dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dengan panjang bentang jembatan sekitar 250 meter.

Lanjutnya, dari permintaan-permintaan yang disampaikan tersebut mendapat tanggapan yang positif dari Presiden Jokowi. Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan kementerian terkait untuk menindaklanjuti hal tersebut.

“Ada tiga hal yang saya sampaikan langsung kepada Bapak Presiden dan mendapat tanggapan yang positif dari beliau. Segera akan kita lakukan koordinasi dengan kementerian terkait. Mudah-mudahan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah dalam rangka kemajuan pembangunan infrastruktur dan peningkatan perekonomian di Kabupaten Mesuji. Bapak Presiden menginginkan Indonesia seperti Mesuji,” terangnya.


Presiden Jokowi Kunjungi Mesuji, Calon Lumbung Beras Nasional

Category : Informasi

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Minggu sore (21/01/2018) melakukan kunjungan ke Kabupaten Mesuji. Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau langsung lokasi Rice Milling Plant (RMP) di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji, Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji.

Dalam kunjungannya Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko, dan Bupati Mesuji Khamami.

KTM Mesuji merupakan salah satu dari 13 KTM yang menjadi perhatian Pemerintah untuk dikembangkan sebagai lumbung beras nasional. KTM Mesuji telah mampu memberikan kontribusi beras Indonesia sebanyak 766.000 ton per tahun dengan lahan persawahan seluas 41.354 Ha.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengajak petani yang ada di Mesuji untuk menjual hasil panen berupa beras. Presiden juga meminta agar petani tidak mengikuti rutinitas masa lalu jual gabah habis panen.

“Keuntungan terbesar dari menanam padi adalah pascapanen. ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​Petani menjual hasil panen dalam bentuk beras, lebih bagus jika sudah dikemas, semua bisa dilakukan di RMP. Bahkan, pasarkan beras melalui online, lewat media sosial, lewat internet. Dunia sudah berubah,” ujar Jokowi.

Sementara itu, Bupati Khamami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Presiden Jokowi di Mesuji, serta seluruh bantuan yang diberikan Pemerintah untuk Mesuji. Kepada Presiden, Bupati Khamami menceritakan tentang program peningkatan kesejahteraan petani. Dengan melibatkan BUMDes dan RMP, serta dinas terkait.

“Selain pertanian, saya juga meminta dukungan pembangunan infrastruktur di Mesuji kepada beliau dan disambut positif, diantaranya pembangunan pelabuhan di Rawa Jitu Utara untuk mendukung Tol Laut, pembangunan jembatan penghubung dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan lain sebagainya,” jelasnya.​


Kunjungan Kerja Presiden Jokowi Dipusatkan di RMP KTM Mesuji

Category : Informasi

Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Kabupaten Mesuji pada 21 Januari 2018 yang semula direncanakan akan mengunjungi tiga lokasi menjadi satu lokasi dipusatkan di Rice Milling Plant (RMP) Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji yang berlokasi di Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur.

Dikatakan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Mesuji Ronal Nasution, sesuai rundown terakhir, Presiden didampingi beberapa menteri dijadwalkan tiba di Mesuji menggunakan helikopter pada pukul 15.30 WIB.

Lanjutnya, saat ini persiapan telah mencapai 80%, Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Bupati Mesuji Khamami, dan Direktur Hubungan Kelembagaan & Transaksional Perbankan Bank BNI Adi Sulistyowati juga telah meninjau persiapan di lokasi acara.

“Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi direncanakan akan meresmikan korporatisasi/kewirausahaan pertanian secara terintegrasi dan meninjau business process kewirausahaan pertanian terintegrasi. Menteri Desa juga akan melaksanakan penyerahan aset RMP, penyerahan bantuan alat pertanian, dan bantuan untuk BUMDes,” terang Ronal, Sabtu (20/01/2018) saat meninjau lokasi acara


Mantapkan Pembangunan Tahun 2018, Pemkab Mesuji Gelar Rakor Lintas Sektoral

Category : Informasi

Dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Mesuji tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Mesuji menyelenggarakan Rapat Koordinasi (rakor) Lintas Sektoral Tahun 2018. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Taman Kehati Waterpark, Mekar Jaya, Rabu (17/01/2018).

Dalam rakor yang dipimpin oleh Bupati Mesuji Khamami  itu, turut hadir Wakil Bupati Mesuji Saply, Sekretaris Daerah Rizal Fauzi, Wakapolres Mesuji Kompol Nuswanto, Perwira Penghubung Kodim 0426/Tulangbawang Mayor Inf Agus Sutono, dan perwakilan dari BPN, BPJS Kesehatan, Bulog, BPS, bank, serta dihadiri oleh sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS), kepala puskesmas, kepala desa, BPD, kepala sekolah, bidan, penyuluh pertanian, gapoktan, dan lain-lain.

Pada kesempatan itu, juga dilaksanakan penandatanganan pakta integritas oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mesuji tahun anggaran 2018.

Dalam sambutannya, Bupati Khamami menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2018, jumlah APBD Kabupaten Mesuji mencapai Rp 846 milyar. Jumlah ini naik sekitar Rp 90 milyar dari tahun anggaran sebelumnya. Lanjutnya, dari keseluruhan 34 OPD pada lingkup Pemkab Mesuji, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merupakan OPD dengan alokasi terbanyak, yakni sekitar Rp 200 Milyar.

“Untuk itu, saya minta agar anggaran yang ada dapat digunakan dengan efektif dan efisien sebesar-besarnya untuk memajukan Kabupaten Mesuji dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.


Pelajari Pengembangan Wilayah, Ratusan Mahasiswa IPB Kunjungi Mesuji

Category : Informasi

Ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mengunjungi Kabupaten Mesuji, Senin (15/01/2018). Rombongan disambut oleh Bupati Mesuji Khamami di rumah dinasnya, didampingi Wakil Bupati Mesuji Saply, Sekretaris Daerah Ir. Rizal Fauzi, dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Mesuji.

Ketua rombongan IPB Dr. Ir. Baba Barus, M.Sc. mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan kunjungan lapangan dalam rangka peningkatan ilmu dan pengetahuan mahasiswa khususnya berkaitan dengan fakta lapangan. Selain mahasiswa, dalam rombongan yang berjumlah sekitar 109 orang itu turut serta Wakil Dekan Fakultas Pertanian IPB Dr. Ir. Suwardi, M.Agr. dan para dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan.

“Kunjungan lapangan ini berkaitan dengan pengembangan wilayah, perencanaan tata ruang, dan penatagunaan lahan. Oleh karena itu, mahasiswa kami ingin berdiskusi langsung di lapangan khususnya terkait Mesuji sebagai kabupaten baru dan pengembangan Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Khamami mengatakan bahwa kunjungan dari IPB ini merupakan sebuah kehormatan tersendiri bagi Kabupaten Mesuji. Lanjutnya, di Kabupaten Mesuji terdapat Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji yang dibentuk dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: KEP.220/MEN/V/2007 tentang Penetapan Kawasan Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri Tahun 2007 dan Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Kawasan Terpadu Mandiri.

KTM Mesuji memiliki luas 46.560 Ha, wilayahnya mencakup tiga kecamatan dan 39 desa dengan kondisi tanah rawa gambut pasang surut. KTM Mesuji merupakan salah satu KTM yang terbaik menurut Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta menjadi salah satu dari 20 KTM prioritas Pemerintah.

“Semoga melalui kesempatan ini semakin mempererat hubungan kerjasama dan silaturahmi antara Pemkab Mesuji dan Institut Pertanian Bogor, dan harapan kami dapat berlanjut pada kerjasama-kerjasama lainnya pada masa yang akan datang. Saran dan bantuan dari Institut Pertanian Bogor sangat kami nantikan dalam rangka pembangunan di Kabupaten Mesuji,” ucapnya.


Waspada, Beredar Lagi Surat Bodong “Pengangkatan CPNS”

Category : Informasi

JAKARTA – Surat palsu yang mengatasnamakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kembali beredar media sosial. Surat ‘bodong’ tersebut  berisi laporan penetapan e-formasi tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak pengangkatan CPNS tahun 2016-2019.

Dalam surat palsu yang ditetapkan pada 1 November 2017 lalu dan tertanda Menteri PANRB Asman Abnur tersebut, tertera formasi yang diajukan dari 533 pemeritah pusat dan daerah dengan jumlah formasi sebanyak 104.290.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB Herman Suryatman menegaskan bahwa surat yang beredar di masyarakat melalui medsos tersebut palsu dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, atau hoax.

Untuk itu masyarakat diminta lebih cermat dan waspada serta tidak mudah percaya dengan berita-berita yang tidak jelas kebenarannya. “Kami tegaskan bahwa surat yang berisi perihal laporan penetapan e-formasi bagi tenaga honorer adalah palsu dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Berkenaan dengan hal tersebut masyarakat harus lebih hati hati dan tidak mudah untuk percaya,” tegasnya, di Jakarta, Selasa (09/01).

Dijelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), pengangkatan CPNS dilakukan melalui proses seleksi. “Tidak ada pengangkatan CPNS dari tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak secara otomatis tanpa tes,” ujar Herman.

Untuk itu, lagi-lagi Herman mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak serta merta percaya jika ada informasi tentang pengangkatan CPNS. Masyarakat juga diminta untuk selektif menerima informasi, serta mencari kebenarannya di website resmi Kementerian PANRB, yakni : www.menpan.go.id. (byu/HUMAS MENPANRB)