You cannot copy content of this page

Belanja Daerah APBD Mesuji TA 2018 Diasumsikan Naik Rp 89,7 Milyar

Category : Informasi

Belanja Daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2018 diasumsikan sebesar Rp 868.011.966.227,- atau naik sebesar Rp 89.747.713.804,74 atau setara 11,53% dari tahun anggaran sebelumnya.

Hal ini diketahui saat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran (TA) 2018 oleh Bupati Mesuji Khamami kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Mesuji di Ruang Paripurna DPRD, Wiralaga Mulya, Senin (18/12/2017).

Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa untuk Pendapatan Daerah diasumsikan naik sebesar  Rp.89.729.286.610,- atau naik 11,85% menjadi sebesar Rp.846.653.454.127,-. Sedangkan Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp.22.858.512.100,- yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Daerah (SILPA) tahun sebelumnya, serta Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp.1.500.000.000,-  yang merupakan Penyertaan modal investasi daerah pada Bank Lampung. Dengan demikian, Pembiayaan Netto sebesar Rp.21.358.512.100,-.

Melalui sambutannya, Bupati Khamami mengingatkan kepada seluruh organsiasi perangkat daerah (OPD) untuk mengurangi kegiatan yang memboroskan anggaran, tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, serta tidak melakukan belanja perlengkapan kantor yang telah dianggarkan pada anggaran sebelumnya.

“Kita sebagai pelayan masyarakat harus lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. Jangan sampai kita bermewah-mewah, namun rakyat masih susah, serta selalu pedomani peraturan dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.


Tingkatkan Kemampuan Analis Kebutuhan Diklat, BKDD Mesuji Gelar Diklat AKD

Category : Informasi

Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Analis Kebutuhan Diklat (AKD) yang berlangsung di POP Hotel, Bandarlampung, Senin (18/12/2017). Diklat dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Nawawi Matni dan dihadiri oleh Kabid Pengembangan Kompetensi Teknis Umum dan Fungsional BPSDM Provinsi Lampung Siti Boru Siahaan, serta Kepala BKDD Kabupaten Mesuji Beddi.

Diklat diikuti oleh sebanyak 35 peserta yang merupakan kasubbag umum dan kepegawaian pada masing-masing OPD dan akan menerima materi 68 jam pelajaran yang berlangsung selama enam hari dengan pemateri dari Biro Organisasi Provinsi Lampung dan BPSDM Provinsi Lampung.

Menurut Kepala BKDD Kabupaten Mesuji Beddi, tujuan dari diselenggarakannya diklat tersebut  adalah untuk membekali aparatur khususnya dalam melakukan analisis kebutuhan diklat secara tepat, sesuai dengan kebutuhan organisasi selain itu juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi secara jelas kebutuhan diklat bagi pegawai yang akan dilatih.

“Pada akhir diklat ini nantinya para peserta akan membuat sebuah action plan rencana kebutuhan diklat tahun 2018 pada masing-masing OPD. Output yang diharapkan para peserta akan mampu menganalisis kebutuhan diklat pada OPD masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Nawawi Matni menyambut baik dengan dilaksanakan kegiatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan analis kebutuhan diklat pada masing-masing OPD.

Diklat ini menurutnya sangat penting karena untuk menghasilkan diklat yang berkualitas, diperlukan suatu kemampuan untuk melakukan analisis kebutuhan diklat untuk para perancang program diklat agar perencanaan program diklat dapat efektif dalam rangka pembangunan sumber daya aparatur dalam kerangka reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Saya berharap peserta setelah mengikuti diklat ini mampu melaksanakan analisis kebutuhan diklat di masing-masing OPD. Kedepan, pelaksanaan diklat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mesuji harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang ada sehingga bermanfaat bagi peningkatan kapasitas aparatur yang bermuara pada peningkatan kinerja aparatur,” ujarnya.